3 Mei 2018

Minho

Anakku, kubelikan seekor kelinci jantan. Sebenarnya karena kasihan sama si Kimci, sang kelinci betina yang kini sudah jadi perawan tua. Belum pernah disentuh kelinci laki-laki manapun. Masih suci. Dalam benakku, takkan terjadi pada si Kimci apa yang terjadi pada wanita mulia, Mariam binti Imran, yang melahirkan Isa A.S. tanpa pernah tersentuh pria manapun. Jadi saya hadirkan dalam kehidupannya seekor pejantan yang masih perjaka. Karena sebagaimana kita yakini, laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, maka dalam kasus si Kimci, kelinci gadis nan suci idealnya hanya untuk kelinci perjaka yang juga suci.

Si perjaka kami beri nama Minho. Fisiknya yang rupawan membuat kami teringat Lee Min Ho, artis korea yang kata istri saya lumayan ganteng. Maka jadilah si kelinci perjaka kami beri nama Minho. Dia kami beli dari seorang penjual di kawasan Pemkot Cimahi pada hari Ahad, 29 April lalu. Setiap Ahad, kawasan itu berubah jadi pasar kaget, tapi gak pernah mengagetkan. Harganya 25 ribu. Penjualnya entah siapa, yang kuingat, beliau sudah tua, tangannya sudah gemetar. Hebat sekali, usia segitu masih aktif berdagang.

Lima hari berlalu, si Minho belum juga berhasil memikat si Kimci, tiap disatukandangkan, langung digigit. Saya curiga, jangan-jangan si Kimci tidak suka dengan berondong. 

berondong jagung
Maksudnya, kelinci usia lebih muda. hehe

Ah gak perlu dipikirkan, taarufnya pelan-pelan saja. Sudah terlalu lama si Kimci tidak melihat lawan jenis. Mungkin juga dia masih nyaman melajang.

0 komentar:

Posting Komentar